Lewat Kompetisi Video Drone Oleh Green Pramuka City, Ada Harapan Besar

Terhitung sejak bulan Oktober hingga November 2019 lalu merupakan waktu yang diberikan kepada peserta kompetisi video drone untuk membuat karya yang sebaik-baiknya. Kompetisi video drone diselenggarakan oleh Green Pramuka City bersama dengan Skygrapher.id. Kompetisi ini tak hanya ada untuk meramaikan suasana saja, melainkan untuk berbagai hal-hal positif.

Lusida selaku Head of Communication Green Pramuka City menyebutkan apa saja tujuan positif atas terselenggaranya kompetisi video drone tersebut. Tujuan pertama dari kompetisi ini, diungkapkan oleh Lusida sendiri untuk memberikan apresiasi pada rekan-rekan, anggota, dan seluruh pihak yang terjun di komunitas drone.

Mengatasnamakan dirinya sebagai pihak dari Green Pramuka City, dirinya berharap kompetisi tersebut bisa melatih atau mengasah kreativitas anak muda. Dirinya juga mengaku akan terus mendukung seluruh komunitas yang tujuannya adalah untuk membuat karya. Apapun karya yang dihasilkan dan apapun hobi yang dibentuk komunitas senantiasa akan didukung karena hal tersebut merupakan hal positif yang seharusnya mendapat dukungan.

Harapan lainnya dilontarkan oleh seorang filmmaker dan pakar sinematografi. Adalah Bram Aditya yang juga ikut serta dalam kompetisi video drone yang diadakan Green Pramuka City dengan Skygrapher.id. Ia berharap agar apa yang diadakan oleh Green Pramuka City ini bisa memotivasi pihak lainnya.

Apa yang diharapkan oleh Bram Aditya ini supaya kedepannya semakin banyak pihak yang juga menyelenggarakan kompetisi video drone. Ia berharap kedepannya juga akan selalu ada tempat di masyarakat untuk mereka yang tergabung dalam komunitas pecinta drone.

Bram Aditya tak hanya menjelaskan harapannya pada kompetisi itu saja. Ia juga terang-terangan menjelaskan bagaimana penilaian yang dilakukan demi mendapatkan nama-nama pemenang yang layak diapresiasi.

Pemenang atas kompetisi video drone harus bisa menghadirkan video yang jauh berbeda dari video pada umumnya. Indikator ini bisa membuktikan kreativitas yang dimiliki oleh peserta. Selain itu, video yang dikumpulkan harus bisa memberikan pesan baik kepada penonton supaya bisa menang.

Adanya story telling yang bagus dan tersistematis juga menjadi indikator dalam penilaian kompetisi video drone ini.

 

Terakhir, Bram Aditya menyatakan sebuah harapan yang sifatnya menyeluruh. Melalui kompetisi video drone yang diadakan Green Pramuka City, semoga kedepannya banyak orang yang menggunakan drone dengan peraturan operasi yang berlaku. Harapan ini ia ungkapkan untuk siapa saja pengguna drone, terlebih penduduk di Jakarta.

Tentu saja pengoperasian drone sudah diatur selengkap mungkin oleh pemerintah daerah. Peraturan tersebut adalah Peraturan Menteri Perhubungan No. 90 Tahun 2015 yang mengatur tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak. Peraturan ini rilis pada Mei tahun 2015 lalu.

Untuk kompetisi ini, Green Pramuka City telah mendapat izin dari Airnav. Airnav sendiri adalah pihak yang memiliki kebijakan untuk mengatur lalu lintas udara di Indonesia.

Dengan peraturan yang sudah ada dan kompetisi yang diselenggarakan oleh Green Pramuka City, seharusnya harapan yang ada bisa terkabul. Kompetisi ini dinilai bisa mewujudkan hal-hal positif, terlatihnya talenta pembuatan video drone misalnya.

Ada sebanyak 60 peserta yang mengikuti kompetisi ini. Tentunya jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit untuk skala perlombaan video drone. Dari 60 peserta yang ada hanya 3 peserta lah yang mendapatkan juara utama. Hadiah sebanyak puluhan juta rupiah dibagi kepada tiga peserta tersebut. Tentunya setelah membuat video drone sebaik mungkin, mengumpulkan ke Skygrapher.id, dan melalui proses penilaian juri.