3 Tips untuk Millenials Bila Ingin Membeli Apartement

Kelangkaan memang mengakibatkan mahalnya properti, dan penambahan harga lokasi tinggal ini tidak sebanding dengan penambahan gaji atau UMR masing-masing tahunnya.

Karena itulah hadir sebuah pilihan hunian yang lebih murah dan pastinya terjangkau. Caranya ialah dengan membina ke atas, sampai-sampai tidak menguras lahan. Konsep berikut yang dipakai dalam apartemen.

Ternyata apartemen ini memang menjadi jawaban atas keperluan generasi millennial. Taufan menyatakan pilihan generasi milenial Indonesia itu diakibatkan karena sejumlah ciri khas yang mereka miliki.

Misalnya, memerlukan tempat bermukim yang dekat dengan lokasi kerja dan memiliki fasilitas akses transportasi. Di samping itu, harganya juga jauh lebih masuk akal ketimbang lokasi tinggal dan tanah.

Perjuangan millennial guna mempunyai hunian memang luar biasa. Kabar baiknya merupakan, Anda dapat mengaplikasikan sejumlah tips jitu dalam beli apartemen berikut ini. Dengan demikian, mempunyai apartemen bukanlah khayalan lagi!

#1 Menyimpan 20% Pemasukan

Anda barangkali telah menikmati masa kecil yang indah sampai masa-masa kuliah. Saya juga sempat merasakannya, dan terkadang bertanya-tanya dalam diri sendiri, “Bagaimana metodenya orang tua saya dapat membeli lokasi tinggal serta menghidupi family dengan baik hingga sekarang?”

Ternyata jawabannya sangatlah sederhana: MENABUNG dengan disiplin.

Mereka tahu bagaimana mengatur finansial dan mengalokasikan setiap bagiannya supaya bisa memadai seluruh kebutuhan, tabungan, dan investasi.

Nah, andai Anda juga hendak seperti mereka, maka sekarang saatnya mempelajari trik jitu ini. Tidak peduli seberapa besar atau kecil pendapatan Anda, triknya ialah untuk tidak jarang kali menyimpan 20% bagiannya guna ditabung.

Jangan pernah berdalih gaji yang didapatkan masih minim sampai-sampai tidak dapat menabung. Menabung mestilah DIPRIORITASKAN tidak saja DISISIHKAN.

Gambarkan menyimpan uang sebagai “membayar diri sendiri” sebelum Anda menunaikan orang lain. Dimana kita lebih baik menyimpan uang demi kesejahteraan diri sendiri terlebih dahulu daripada melakukan pembelian sesuatu untuk orang lain.

Cobalah tips ini, dan lihatlah evolusi yang bakal terjadi!

Dengan teknologi canggih, kita bahkan dapat menggunakan sistem auto debet masing-masing bulan untuk disimpan sehingga tidak terdapat lagi dalil untuk tidak menyimpan uang setiap bulan.

#2 Manfaatkan Kredit Bila Perlu

Nah, untuk Anda yang juga hendak membeli apartemen, terdapat 2 pilihan pembiayaan: tunai atau dengan teknik kredit. Umumnya untuk Anda yang hendak kredit, bakal ditawarkan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Tapi, bilamana Anda hendak membeli apartemen dengan memakai KPA tetapi Anda memerlukan apartemen dalam masa-masa cepat, kami sarankan guna memilih kredit jenis beda ketimbang KPA, salah satunya ialah kredit in house.

Pada dasarnya, kredit in house adalahsebuah skema pembayaran sebuah lokasi tinggal atau properti dengan sistem mencicil langsung untuk developer. Dengan demikian, pihak pembeli langsung bersangkutan dengan pengembang tanpa mesti melewati campur tangan pihak bank.

Kredit in house bukan berarti tidak ada duit muka (DP), tetapi pembayaran duit mukanya dapat diangsur hingga sejumlah kali. Di samping itu, masa tenornya juga dapat dinegosiasikan sehingga dapat dibilang fleksibel.

Adapun sejumlah kelebihan kredit in house dikomparasikan dengan KPA ialah sebagai berikut:

  • Tanpa duit muka (uang muka dapat dicicil).
  • Tidak mengenal bunga.
  • Karena kredit in house melulu melibatkan pihak pembeli dan developer, lazimnya prosedurnya lebih simpel dan ringkas.
  • Bebas ongkos tambahan (biaya provisi, ongkos administrasi, ongkos appraisal, dan sebagainya).
  • Masa cicilan pada kredit in house dapat dinegosiasikan dan luwes karena tidak melibatkan lembaga resmi laksana bank.

Namun tidak jarang kali hati-hati dan seksama dalam memilih kredit in house, tidak boleh mudah tergoda iklan yang tidak terjamin kebenarannya. Mengapa? Karena tidak jarang sejumlah developer yang menawarkan kredit jenis ini “nakal”.

Dengan kata lain, pengembang meminimalisasi kerugian dengan sekian banyak  cara. Sebagai contohnya merupakan:

  • Spesifikasi lokasi tinggal yang didapat bertolak belakang dengan perjanjian di awal.
  • Pembangunan lokasi tinggal yang tidak kunjung selesai.
  • Pengembalian DP tidak 100% bilamana Anda batal membeli.

Cek seluruh peraturan dan kriterianya supaya Anda dapat merasakan manfaatnya. Jangan hingga Anda justeru merasa tertipu sebab banyaknya pembiasan dari perjanjian di awal.

#3 Gunakan Tabungan guna Membayar Uang Muka (Down Payment atau DP)

Per September 2013, ada PERATURAN BANK INDONESIA yang memperketat regulasi rasio pinjaman terhadap aset atau Loan To Value.

Dengan kata lain, Anda mesti menyiapkan duit muka paling tidak sebesar 30% dari harga apartemen yang ingin kamu beli, untuk mengerjakan Kredit Pemilikan.

Namun dengan adanya kredit in house tadi, Anda dapat memperoleh duit muka yang lebih enteng (dan terkadang dapat dicicil).

Jika Anda telah mempersiapkan duit mukanya, maka langsunglah menggali apartemen yang cocok dengan keperluan Anda.

Jangan menunda-nunda dengan asa harga bakal turun sebab harga properti mempunyai kecenderungan naik. Jangan sampai duit muka yang kita siapkan justeru tidak lumayan nantinya.

Tinggalkan komentar