10 Tips Dalam Menentukan Apartement Sebagai Hunian

Rumah susun atau bahasa kerennya apartemen ialah salah satu opsi hunian yang sangat favorit untuk masyarakat di kota-kota besar. Di kota besar, laksana Jakarta tanah ialah barang yang lumayan langka. Terlebih di daerah-daerah pusat bisnis dan kota. Nah sebelum menyimpulkan untuk melakukan pembelian apartemen sebagai hunian, Anda butuh tahu tips-tipsnya:

#1 Pelajari Rekam Jejak Developer

Pelajari rekam jejak (track record) developer. Jika Anda melakukan pembelian sebuah apartemen, kita 100% bergantung pada developer. Banyak permasalahan bangunan apartemen yang ditinggal terbengkalai dan belum terjadi, karena pengembang bermasalah. kita dapat menggali tahu kredibelitas pengembang dari Asosiasi Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia (APERSSI).

#2 Sertifikat dan Legalitas Perusahaan

Jangan lupa tentang sertifikat dan legalitas bangunan. kita perlu memahami dan mengecek Hak Guna Bangunan (HGB) yang dipunyai oleh developer, surat izin prinsip, surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Surat Izin Penggunaan Peruntukan Tanah (SIPPT). Lakukan pemeriksaan  dan validasi ke instansi bersangkutan. Jangan tak sempat cek pun nantinya sertifikat yang bakal Anda terima. Biasanya empunya apartemen bakal mempunyai sertifikat Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS).

#3 Survei Lokasi

Lakukan survei tempat apartemen. Biasanya orang melakukan pembelian apartemen di lokasi-lokasi yang dekat dengan lokasi kerja atau tengah kota. Tujuannya jelas menghemat bahan bakar dan menghemat masa-masa perjalanan. Jadi tidak boleh membeli apartemen melulu karena harga murah. Contoh kekeliruan pemilihan lokasi, kerja di wilayah tengah kota Jakarta tetapi melakukan pembelian apartemen yang terletak di kota Bekasi. Setiap hari pun harus bermacet-macet ria pada ketika berangkat kerja dan kembali kerja.

#4 Perbanyak Pilihan

Jangan melulu bergantung pada satu opsi apartemen. Sebelum melakukan pembelian sempatkan waktu guna berkeliling dan bertanya tentang harga dan value (lokasi, fasilitas, deviden lainnya). Jika Anda memerlukan hunian yang tenang, maka sebisa barangkali jauhi apartemen yang dekat dengan bar, diskotik, tempat-tempat hiburan atau executive lounge.

#5 Kenali Fasilitas Pendukung

Selalu kenali fasilitas-fasilitas umum disekitar lokasi Anda tinggal, misal rumah sakit, kantor polisi, halte bus (di Jakarta misalnya halte Trans Jakarta), sekolah, kampus, pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, mini market dan stasiun MRT.

#6 Perhatikan Usia Bangunan

Jika Anda melakukan pembelian apartemen second tidak boleh lupa tanyakan umur bangunan. Bangunan apartemen yang telah terlalu tua, pasti saja bakal mengeluarkan ongkos perawatan yang lebih tinggi.

#7 Cari Tahu Kebutuhan Anda

Ketika Anda melakukan pembelian apartemen, minimal ada 3 jenis apartemen yakni unfurnished (tidak terdapat furniture sama sekali), semi furnished (sebagian terdapat furniture) dan full furnished (bangunan telah siap di tinggali). Selain tersebut juga terdapat pertimbangan dari sisi ukuran mulai dari studio (tanpa sekat), satu kamar, dua kamar, tiga kamar dan sampai apartemen luxury (lebih dari 3 kamar). Cari yang cocok dengan kebutuhan, tidak boleh keinginan. Hindari gengsi untuk melakukan pembelian hunian lokasi tinggal, supaya keuangan kita tetap sehat.

#8 Faktor Keamanan Jangan Sampai Dilupakan

Fasilitas keamanan ialah salah satu yang mesti dipertimbangkan. Bagaimana penjagaan di unsur pintu depan apartemen, di dalam apartemen dan tingkat keamanan wilayah sekitar apartemen.

#9 Fasilitas Parkir Perlu Dipertimbangkan

Fasilitas parkir ialah hal yang butuh Anda perhatikan, minimal cari tahu apakah terdapat lahan parkir khusus guna penghuni. Berapa tidak sedikit lahan parkir yang disediakan.

#10 Ketahui Biaya-Biayanya

Cari informasi sejelas-jelasnya dari pihak developer, mulai dari harga, kemudahan apartemen, ongkos bulanan atau estimasi management fee, pajak dan ongkos lainnya serta guna dari apartemen tersebut. Setelah Anda menggali tahu, maka kita perlu memeriksa apa yang disebutkan developer. Caranya gampang lihat saja bangunan yang pernah di bina sebelumnya atau tanya ke agen properti.

Tinggalkan komentar